Sejarah Renaisans
Sejarah Renaisans
“Renaisance” adalah sebuah kata dari bahasa Perancis yang
dapat diartikan sebagai “kelahiran kembali”. Kata “renaissance” digunakan
pertama kali oleh seorang sejarawan Perancis yang bernama Jules Michelet pada
tahun 1855, dalam salah satu karya tulisnya yang berjudul Historie de France.
Renaissance merupakan sebuah gerakan budaya yang dalam praktiknya sangat
mempengaruhi kehidupan para intelektual Eropa. Banyak yang menyakini bahwa
proses Renaissance mulai terjadi pertama kali di kota Florence, Italia, pada
kaisaran abad ke 14. Gerakan Renaissance yang mulai muncul pada periode Abad
Pertengahan Akhir di Italia tersebut, lantas menyebar dengan sangat masif ke
hampir seluruh kawasan Eropa Barat. Renaissance juga dapat dikategorikan
sebagai era kebangkitan Ilmu Pengetahuan dan filsafat masyarakat Eropa, yang
sebelumnya terkesan dalam kungkungan doktrin kebudayaan tradisional gereja,
selama periode Abad Pertengahan.
Renaissance lahir karena berbagai faktor diantaranya ialah gerakan
cultural pada awalnya merupakan pembaharuan di bidang kejiwaan kemasyarakatan
di kegerajaan di Italia pada abad pertengahan abad XIV, berakar pada cita-cita
kekstarian abad pertengahan yang menginginkan kemewahan, kemegahan, keperksaan
dan kemasyhuran, mereka mensitesakan gagasan Kristiani dengan pemikiran klasik
(Yunani – Romawi).
Middle
Age merupakan
zaman dimana Eropa sedang mengalami masa suram. Berbagai kreativitas sangat
diatur oleh gereja. Dominasai gereja sangat kuat dalam berbagai aspek kehidupan.
Agama Kristen sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang dibuat oleh
pemerintah. Seolah raja tidak mempunyai kekuasaan, justru malah gereja lah yang
mengatur pemerintahan. Berbagai hal diberlakukan demi kepentingan gereja, tetapi
hal-hal yang merugikan gereja
akan mendapat balasan yang sangat kejam. Contohnya, pembunuhan Copernicus
mengenai teori tata surya yang menyebutkan bahwa matahari pusat dari tata
surya, tetapi hal ini bertolak belakang dari gereja sehingga Copernicus
dibunuhnya.
Selain penejelasan diatas latar belakang
timbulnya renaissance secara garis besar disebabkan oleh beberapa aspek, yaitu
:
1. Kondisi
sosial, saat itu kehidupan masyarakat Eropa terikat pada doktrin Gereja, segala
kegiatan kehidupan ditujukan untuk akhirat. Masyarakat kehilangan kebebasan
untuk menentukan pribadinya, dan kehilangan harga dirinya. Kehidupan manusia
tidak tenteram karena selalu diintip oleh intelejen gereja, sehingga
menimbulkan sikap saling mencurigai dalam masyarakat.
2. Kondisi
budaya, terjadi pembatasan seni dalam arti bahwa seni hanya tentang tokoh-tokoh
injil dan kehebatan gereja. Semua kreasi seni ditujukan kepada kehidupan
akhirat sehingga budaya tidak berkembang. Demikian pula dalam bidang ilmu
pengetahuan karena segala kebenaran hanya kebenaran gereja.
3. Kondisi
politik, raja secara teoritis merupakan pusat kekuasaan politik dalam Negara,
kenyataanya hanya menjadi juru damai. Kekuasaan politik ada pada kelompok
bangsawan dan kelompok gereja. Keduanya memiliki pasukan militer yang sewaktu-waktu
dapat melancarkan ambisinya. Adakalanya kekuatan militer kaum bangswan dan kaum
gereja lebih kuat dari kekuatan militer raja.
4. Kondisi
ekonomi, berlaku sistem ekonomi tertutup, yang menguasai perekonomian hanya
golongan penguasa, kondisi diatas menyebabkan masyarakat Eropa tertungkung dan
tidak memiliki harga diri yang layak sebagai mansia. Oleh karena itu timbulah
upaya-upaya untuk keluar dari keadaan tersebut.
Tokoh-Tokoh Renaissance
Pada era Renaissance sebagian besar masyarakat terdidik
di Eropa mulai mencari orientasi dan inspirasi baru kehidupan serta pola pikir
mereka. Tidak sedikit dari kaum Renaissance yang lantas terinspirasi oleh
hasil-hasil peradaban dari era Yunani
dan Romawi. Mereka yakin bahwa kebudayaan Yunani dan Romawi dapat memberikan
tempat keteraturan manusia. Dengan demikian banyak tumbuh pola pikir yang
bercorak humanisme klasik. Gagasan humanisme tersebut lantas mendorong
bermunculannya sikap pemujaan penghargaan terhadap kecerdasan kemampuan seorang
individu dalam segala hal.
Dalam dunia politik, era Renaissance turut berkontribusi
bagi perkembangan konvensi diplomasi, serta mendahulukan observasi sebelum
menyatakan sesuatu. Banyak dari kalangan filsuf maupun humanis yang menuliskan
karya, sehingga pada era Renaissance turut melahirkan aneka ilmuwan dan tokoh
besar bagi perkembangan peradaban di Eropa, antara lain :
a.
Dante Alighiere (1265-1321)
Dante lahir pada tanggal 21 Mei 1265 di Firenze, berasal dari keluarga kaya
raya. Dia pernah menjadi prajurit Firenze, ia ingin negaranya dapat merdeka
dari pengaruh tiga kerajaan yang lebih besar yaitu Kepausan, Spanyol dan
Perancis. Dante mulai menjadi pengkritik dan penentang atoritas moral Kepausan
yang dinilai tidak adil dan tidak bermoral. Puncaknya dia tuangkan dalam sebuah
buku yang berjudul De Monarchia (On Monarchy) yang berisi tentang kedudukan dan
keabsahan Sri Paus sebagai pemimpin spiritual tertinggi Gereja Katolik, mengapa
sekaligus menjadi raja dunia (Kerajaan Kepausan) yang otoriter. Hasil karya
Dante antaral lain adalah La Vita Nuova (The New Life) berisi tentang gambaran
pertumbuhan cinta manusia. Comedia yang ditulis ketika dia berada dalam
pengasingan panjang di Revenna. Buku ini berisi tentang perjalanan jiwa manusia
yang penuh kepedihan dalam perjalanan dari dunia ke alam gaib. Tokoh utamanya
adalah Virgilius (nama sastrawan dari zaman Romawi kuno) yang setelah
kematiannya harus melewati tiga fase yaitu inferno (neraka), purgatoria (pembersih
jiwa), dan paradiso (surga).
b.
Lorenzo Valla (1405-1457)
Lahir di Roma pada tahun 1405 dari keluarga ahli hukum. Salah satu
ungkapannya yang sangat terkenal adalah “Mengorbankan hidup demi kebenaran dan
keadilan adalah jalan menuju kebajikan tertinggi, kehormatan tertinggi dan
pahal tertinggi”. Hasil karyanya antara lain adalah De volupte (kesenangan)
yang terbit pada tahun 1440, yang berisi kekagumannya pada etika Stoisisme yang
mengajarkan pentingnya manusia itu mati raga dalam rangka mendapatkan
keselamatan jiwa. Buku yang berjudul De Libero erbitrio (keinginan bebas) yang
mengatakan individualitas manusia berakar pada kebesaran dan keunikan manusia,
khususnya kebebasan sehingga kehendak awal Sang Pencipta tidak membatasi
perbuatan bebas manusia dan tidak meniadakan peran kreatif manusia dalam
sejarahnya. Judul bukuDe falso credita et ementita Constantini donation
declamationberisi tentang donasi hadiah kepada Sri Paus oleh Kaisar
Constantinus sebenarnya palsu sebab dari sudut bahasa donasi itu jelas bukan
gaya bahasa abad ke4 melainkan abd ke-8.
c.
Niccolo Machiavelli (1469-1527)
Filosof politik Italia, Niccolo Machiavelli lahir tahun 1469 di Florence,
Italia. Ayahnya, seorang ahli hukum. Pada usia 29 tahun Machiavelli memperoleh
kedudukan tinggi di pemerintahan sipil Florence. Selama empat belas tahun
sesudah itu dia mengabdi kepada Republik Florentine dan terlibat dalam berbagai
missi diplomatik atas namanya, melakukan perjalanan ke Perancis, Jerman, dan di
dalam negeri Italia.Hasil karyanya yang paling masyhur adalah The Prince, (Sang
Pangeran) ditulis tahun 1513, dan The Discourses upon the First Ten Books of
Titus Livius (Pembicaraan terhadap sepuluh buku pertama Titus Livius). Diantara
karya-karya lainnya adalah The art of war (seni berperang), A History of
Florence (sejarah Florence) dan La Mandragola (suatu drama yang bagus,
kadang-kadang masih dipanggungkan orang). Tetapi, karya pokoknya yang terkenal
adalah The Prince (Sang Pangeran), mungkin yang paling brilian yang pernah
ditulisnya dan memang paling mudah dibaca dari semua tulisan filosofis.
Machiavelli kawin dan punya enam anak. Dia meninggal dunia tahun 1527 pada umur
lima puluh delapan.
d.
Boccacio (1313-1375)
Giovani Boccacio lahir di Certaldo, Italia tahun 1313 dari seorang
pedangang yang berasal dari Firenze. Hasil karyanya antara lain cerita epos
seperti Thebaid atau Aenid, prosa seperti Ameto, puisi seperti Amoroso Visione dan
Ninfale Fiesolan. Puncak karyanya Decamerome, karya sastra lainnya De
genealogis deorum gentilium (On The Genealogy of God) yang tersusun dalam 15
jilid.
e.
Francesco Petrarca (1304-1374)
Lahir pada 20 Juli 130 di Tuscan. Ia belajar hukum di Montpellier dan
melanjutkan ke Universitas Bologna. Namun, ia lebih tertarik pada seni sastra
dan seni lukis. Dia seorang humanis yang mengagumi hal-hal yang serba
naturalis, polos dan apa adanya. Salah satu ungkapannya pada alam
dituangkan dalam karya lukis yang diberi nama Ikaros.
f.
Desiderius Erasmus (1466-1536)
Eramus lahir pada 27 Oktober 1466 di Gouda. Ibunya bernama Margaret.
Setelah lulus dari Sekolah Atas ia melanjutkan ke biara Agustin di Styn hingga
menjadi pastor kemudian melanjutkan ke Universitas Paris. Hasil karya Eramus
dikelompokan menjadi tiga yaitu:
a) Kelompok karya-karya satiris dengan tujuan ingin mengungkap segala
kelemahan penyakit korup, munafik yang melanda warga masyarakat, seperti Praise
of Folly (1509).
b) Kelompok karya bernada satiris berupa pesan moral yang diharapkan dapat
memperbaiki atau mempengaruhi mentalitas kaum Katolik, seperti buku yang
berjudul Hand Book of the Christian Knight (1501), The Complaint of peace
(1517).
c) Kelompok dalam bentuk terjemahan kitab suci Perjanjian Baru berdasrakan
naskah asli Yunani, seperti Annotations on the New Testament (1505), The Prince
of the Christian Humanists.

0 Response to "Sejarah Renaisans"
Post a Comment